Kamus Besar Bahasa Indonesia Klik di sini untuk Pencarian Kosa Kata
UPT Pendidikan Ngambon :
Dalam rangka persiapan Ujian Sekolah/Madrasah atau US/M pada tahun pelajaran 2017/2018, kisi kisi ujian Sekolah dan POS USBN untuk jenjang SD/MI, bisa di unduh di bawah ini. Jika pada jenjang SMP/MTs, SMA/MA ada Ujian Nasional atau UN maka untuk jenjang SD/MI, diberlakukan Ujian Sekolah berstandar Nasional atau USBN.




Klik link di bawah ini kisi-kisi USBN dan POS USBN 2018 lengkap 


  • Kisi-Kisi USBN SD/MI Tahun 2018


  • POS USBN SD/MI Tahun 2018


  • Kisi-Kisi USBN SD/MI Tulis dan Praktik Tahun 2018
  • UPT Pendidikan Ngambon :


    Berikut adalah hasil scan sertifikat akreditasi SD se Kecamatan Ngambon dalam bentuk pdf


    No.
    Nama SD
    Sertifikat Akreditasi Berlaku s.d. Tahun
    Unduh (pdf)
    1
    SDN Bondol I
    25 Oktober 2021
    2
    SDN Bondol II
    Tahun ajaran 2017/2018
    3
    SDN Sengon I
    27 Oktober 2020
    4
    SDN Sengon II
    27 Oktober 2020
    5
    SDN Ngambon I
    27 Oktober 2020
    6
    SDN Karangmangu I
    27 Oktober 2020
    7
    SDN Karangmangu II
    25 Oktober 2021
    8
    SDN Nglampin I
    23 November 2022
    9
    SDN Nglampin II
    Tahun ajaran 2017/2018
    10
    SDN Nglampin III
    28 0ktober 2019
    11
    SDN Nglampin V
    27 Oktober 2020



    HASIL AKREDITASI TAHUN 2017 UNTUK SD/MI SE JAWA TIMUR Unduh di bawah ini
  • Hasil Akreditasi Tahun 2017 Untuk SD/MI Se Jawa Timur
  • UPT Pendidikan Ngambon :

    SURAT KEPUTUSAN
    PENETAPAN NAMA DAN NOMOR BEBERAPA SEKOLAH DASAR NEGERI
    DI KABUPATEN BOJONEGORO
    (SK IZIN OPERASIONAL SD)

    NO.
    SK IZIN OPERASIONAL SD KECAMATAN
    UNDUH
    KETERANGAN
    1
    Malo,
    Ngasem,
    Bubulan,
    Ngambon,
    Sekar
    SK TAHUN 1979
    2
    Malo,
    Ngasem,
    Bubulan,
    Ngraho,
    Ngambon,
    Sekar,
    Temayang,
    Balen
    SK TAHUN 1983
    3
    Ngraho,
    Ngambon,
    Sekar,
    Temayang,
    Balen
    SK TAHUN 1983


    UPT Pendidikan Ngambon :

    Profesi guru adalah sebuah jabatan strategis dan mulia dalam membangun mencerdaskan anak bangsa karena tugasnya tidak hanya mengajar, tetapi sesuai undang-undang guru dan dosen, ada tujuh tugas utama guru. Ketujuh tugas tersebut adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.

    Dalam melaksanakan tugas sebagai seorang guru banyak masalah yang dihadapi terutama pada zaman global saat ini, baik secara pelaksanaan internal maupun secara eksternal. Sudah banyak kita mendengar mengamati melalui media sosial tentang perlakuan buruk terhadap guru.

    Oleh karena itu perlu perlindungan terhadap guru dalam mencerdaskan generani penerus bangsa, sehingga tidak ada lagi yang namanya kriminalisasi Guru.

    Untuk itu Pemerintah telah menetapkan Peraturan Baru yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Bagi Pendidik Dan Tenaga Kependidikan, dalam Permendikbud tersebut telah diatur dalam ketentuan Pasal 40 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 39 ayat (1) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Pasal 40 ayat (1) dan Pasal 42 Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru

    Di dalam Pasal 1 ayat 1 dan 2 Permendikbud Nomor 10 Tahun 2017 Pendidik dan tenaga Kependidikan yang dimaksud adalah :

    1. Pendidik adalah guru, pamong belajar, tutor, instruktur, fasilitator, dan narasumber teknis.
    2. Tenaga Kependidikan adalah pengelola satuan pendidikan, penilik, pengawas, peneliti, pengembang, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, teknisi sumber belajar, tenaga administrasi, psikolog, pekerja sosial, terapis, tenaga kebersihan dan keamanan.


    Dalam Pasal 2 ayat 1 s.d ayat 6 Permendikbud Nomor 10 tahun 2017 merupakan bentuk perlindungan hukum bagi pendidik dan tenaga kependidikan dimana pasal tersebut menyatakan bahwa :

    1. Perlindungan merupakan upaya melindungi Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang menghadapi permasalahan terkait pelaksanaan tugas.
    2. Perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi perlindungan: a. hukum; b. profesi; c. keselamatan dan kesehatan kerja; dan/atau d. hak atas kekayaan intelektual.
    3. Perlindungan hukum sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a mencakup perlindungan terhadap: a. tindak kekerasan; b. ancaman; c. perlakuan diskriminatif; d. intimidasi; dan/atau e. perlakuan tidak adil, dari pihak peserta didik, orang tua peserta didik, Masyarakat, birokrasi, dan/atau pihak lain yang terkait dengan pelaksanaan tugas sebagai Pendidik dan Tenaga Kependidikan.
    4. Perlindungan profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b mencakup perlindungan terhadap: a. pemutusan hubungan kerja yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; b. pemberian imbalan yang tidak wajar; c. pembatasan dalam menyampaikan pandangan; d. pelecehan terhadap profesi; dan/atau e. pembatasan atau pelarangan lain yang dapat menghambat Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam melaksanakan tugas.
    5. Perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c mencakup perlindungan terhadap risiko: a. gangguan keamanan kerja; b. kecelakaan kerja; c. kebakaran pada waktu kerja; d. bencana alam; e. kesehatan lingkungan kerja; dan/atau f. risiko lain.
    6. Perlindungan hak atas kekayaan intelektual sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d berupa perlindungan terhadap: a. hak cipta; dan/atau b. hak kekayaan industri.


    Keterangan detail mengenai perlindungan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Permendikbud Nomor 10 tahun 2017) dalam pelaksanaan tugas utamanya diatur dalam petunjuk teknis yang ditetapkan oleh direktur jenderal terkait (Pasal 6).


    Silakan download Permendikbud Nomor 10 tahun 2017 di bawah ini

    Permendikbud Nomor 10 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Bagi Pendidik Dan Tenaga Kependidikan
    UPT Pendidikan Ngambon :
    Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional secara bertahap, terencana dan terukur sesuai amanat Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, BAB XVI Bagian Kedua Pasal 60 tentang Akreditasi, Pemerintah melakukan akreditasi untuk menilai kelayakan program dan/atau satuan pendidikan. Berkaitan dengan hal tersebut, Pemerintah telah menetapkan Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) dengan Peraturan Mendiknas Nomor 29 Tahun 2005. BAN-S/M adalah badan evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah jalur formal dengan mengacu pada standar nasional pendidikan. Sebagai institusi yang bersifat mandiri dan bertanggung jawab kepada Mendiknas, BAN-S/M bertugas merumuskan kebijakan operasional, melakukan sosialisasi kebijakan dan melaksanakan akreditasi sekolah/madrasah.

    Selanjutnya, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 87, ayat (1) Akreditasi oleh Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 86 ayat (1) dilaksanakan oleh BAN-S/M terhadap program dan/atau satuan pendidikan jalur formal pada jenjang pendidikan dasar dan menengah; ayat (2) dalam melaksanakan akreditasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), BAN-S/M dibantu oleh badan akreditasi provinsi yang dibentuk oleh Gubernur; ayat (3) badan akreditasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri; ayat (4) dalam melaksanakan tugas dan fungsinya badan akreditasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bersifat mandiri.

    Sejalan dengan kegiatan reformasi birokrasi yang ada di lingkungan Kemdiknas demi mewujudkan layanan prima kepada publik, maka layanan akreditasi sekolah/madrasah menjadi salah satu program dalam reformasi layanan. Reformasi layanan mengacu pada UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, sehingga mewujudkan sistem penyelenggaraan pelayanan publik yang layak sesuai dengan asas-asas umum pemerintahan dan korporasi yang baik. Tujuan yang ingin dicapai dari reformasi layanan akreditasi sekolah/madrasah ialah memberikan kemudahan kepada pemangku kepentingan dalam mendapatkan layanan akreditasi.

    Persyaratan Akreditasi Sekolah
    ·    Memiliki surat keputusan izin operasional sekolah/madrasah,
    ·     Memiliki siswa pada semua tingkatan kelas,
    ·     Memiliki sarana dan prasarana pendidikan,
    ·     Memiliki tenaga kependidikan,
    ·     Melaksanakan kurikulum nasional, dan
    ·     Telah menamatkan peserta didik.

    Instrumen Akreditasi sekolah/madrasah ini terdiri atas delapan komponen standar nasional pendidikan yang disusun oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) dan instrumen juga disusun dengan mengacu pada peraturan terkait lainnya.

    Standar nasional pendidikan tersebut meliputi:
    (1). Standar Isi,
    (2). Standar Proses,
    (3). Standar Kompetensi Lulusan,
    (4). Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan,
    (5). Standar Sarana dan Prasarana,
    (6). Standar Pengelolaan,
    (7). Standar Pembiayaan, dan
    (8). Standar Penilaian Pendidikan.

    Sedangkan Perangkat Akreditasi SD/MI terdiri atas:
    (1)    Instrumen Akreditasi SD/MI
    (2)    Petunjuk Teknis (Juknis) Pengisian Instrumen Akreditasi SD/MI 
    (3)    Instrumen Pengumpulan Data dan Informasi Pendukung (IPDIP) Akreditas SD/MI
    (4)    Teknik Penskoran dan Pemeringkatan Hasil Akreditasi SD/MI

    Keempat dokumen ini merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan. Oleh karena itu, sebelum memilih jawaban pada butir-butir pernyataan instrumen, Saudara harus mempelajari/memahami Juknis Pengisian Instrumen Akreditasi dan mengisi Instrumen Pengumpulan Data dan Informasi Pendukung (IPDIP) Akreditasi.

    Petunjuk Umum
    1. Periksalah kelengkapan perangkat Akreditasi SD/MI yang terdiri atas:
    a. Instrumen Akreditasi SD/MI;
    b. Petunjuk Teknis (Juknis) Pengisian Instrumen Akreditasi SD/MI;
    c. Instrumen Pengumpulan Data dan Informasi Pendukung (IPDIP) Akreditasi SD/MI; dan
    d. Teknik Penskoran dan Pemeringkatan Hasil Akreditasi SD/MI.

    2. Isilah instrumen akreditas SD/MI dengan cara memberi tanda ceklis (√) pada kotak opsi jawaban “A”, “B”, “C”, “D”, atau “E” pada butir instrumen yang meliputi 8 (delapan) komponen standar nasional pendidikan:

    a.   komponen standar isi nomor 1—10;
    b.   komponen standar proses nomor 11—31;
    c.    komponen standar kompetensi lulusan nomor 32—38;
    d.   komponen standar pendidik dan tenaga kependidikan nomor 39—54;
    e.    komponen standar sarana dan prasarana nomor 55—75;
    f.     komponen standar pengelolaan nomor 76—90;
    g.   komponen standar pembiayaan nomor 91—106; dan
    h.    komponen standar penilaian nomor 107—119.


    3. Jawablah semua butir secara obyektif dan jujur sesuai dengan keadaan sebenarnya yang ada di SD/MI Saudara.

    4. Siapkanlah seluruh bukti fisik yang dipersyaratkan dalam Juknis Pengisian Instrumen Akreditasi SD/MI dan Instrumen Pengumpulan Data dan Informasi Pendukung (IPDIP) Akreditasi SD/MI yang akan digunakan oleh Tim Asesor pada saat melakukan klarifikasi, verifikasi, dan validasi.

    5. Sebelum mengisi Instrumen Akreditasi, isilah terlebih dahulu (a) pernyataan kepala sekolah/madrasah; dan (b) data identitas sekolah/madrasah.


    DOWNLOAD PERANGKAT AKREDITASI DI BAWAH INI


    HASIL AKREDITASI TAHUN 2017 UNTUK SD/MI SE JAWA TIMUR Unduh di bawah ini

  • Hasil Akreditasi Tahun 2017 Untuk SD/MI Se Jawa Timur
  • UPT Pendidikan Ngambon :
    Dalam rangka persiapan Ujian Sekolah/Madrasah atau US/M pada tahun pelajaran 2017/2018, kisi kisi ujian Sekolah untuk jenjang SD/MI, bisa di unduh di bawah ini. Jika pada jenjang SMP/MTs, SMA/MA ada Ujian Nasional atau UN maka untuk jenjang SD/MI, diberlakukan Ujian Sekolah berstandar Nasional atau USBN.


    Klik link di bawah ini kisi-kisi USBN lengkap 





  • Kisi-Kisi USBN SD/MI Tahun 2018



  • POS USBN SD/MI Tahun 2018



  • Kisi-Kisi USBN SD/MI Tulis dan Praktik Tahun 2018
  • UPT Pendidikan Ngambon :
    Penilaian hasil belajar peserta didik merupakan salah satu kegiatan wajib dalam dunia pendidikan. Penilaian hasil belajar dilakukan antara lain untuk mendiagnosa kekuatan dan kelemahan peserta didik, memonitor perkembangan belajar peserta didik, menilai ketercapaian kurikulum, memberi nilai peserta didik dan menentukan efektivitas pembelajaran. Untuk tujuan-tujuan tersebut dapat digunakan berbagai bentuk dan instrumen penilaian. Namun tes tertulis sampai saat ini masih merupakan instrumen yang dominan digunakan dalam menilai hasil belajar peserta didik.

    Penulisan soal merupakan proses penentu kualitas tes maka penulisan soal perlu dilakukan secara sungguh-sungguh. Buku panduan penulisan soal ini merupakan upaya untuk membantu penulis soal menghasilkan soal yang berkualitas, termasuk soal yang mengukur berpikir tingkat tinggi. Kaedah penulisan soal, contoh-contoh yang diberikan diharapkan dapat memberikan ilustrasi bagaimana kedua bentuk tes baik tes dengan pilihan dan tes tanpa pilihan tersebut dapat digunakan untuk menilai hasil belajar peserta didik dan memberi informasi yang valid.

    Penyusunan Kisi-Kisi
    Kisi-kisi adalah suatu format berbentuk matriks berisi informasi yang dapat dijadikan pedoman untuk menulis atau merakit soal. Kisi-kisi disusun berdasarkan tujuan penggunaan tes. Penyusunan kisi-kisi merupakan langkah penting yang harus dilakukan sebelum penulisan soal. Bila beberapa penulis soal menggunakan satu kisi-kisi, akan dihasilkan soal-soal yang relatif sama (paralel) dari tingkat kedalaman dan cakupan materi yang ditanyakan.

    Kisi-kisi tes prestasi akademik harus memenuhi persyaratan, antara lain mewakili isi kurikulum yang akan diujikan, Komponen-komponennya rinci, jelas, dan mudah dipahami, Indikator soal harus jelas dan dapat dibuat soalnya sesuai dengan bentuk soal yang telah ditetapkan.

    Komponen-komponen yang diperlukan dalam sebuah kisi-kisi disesuaikan dengan tujuan tes. Komponen kisi-kisi terdiri atas komponen identitas dan komponen matriks. Komponen identitas diletakkan di atas komponen matriks. Komponen identitas meliputi jenis/jenjang sekolah, program studi/jurusan, mata pelajaran, tahun ajaran, kurikulum yang diacu, alokasi waktu, jumlah soal, dan bentuk soal. Komponen-komponen matriks berisi kompetensi dasar yang diambil dari kurikulum, kelas dan semester, materi, indikator, level kognitif, dan nomor soal.

    Teknik penulisan soal
    Tes tertulis merupakan kumpulan soal-soal yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Soal-soal pada tes tertulis dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu soal dengan memilih jawaban yang sudah disediakan (bentuk soal pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan) dan soal dengan memberikan jawaban secara tertulis (bentuk soal isian, jawaban singkat, dan uraian).

    Dalam penyusunan soal tes tertulis, penulis soal harus memperhatikan kaidah-kaidah penulisan soal dari segi materi, konstruksi, dan bahasa.

    Teknik Penulisan Soal Bentuk Pilihan Ganda (PG)
    Soal PG merupakan bentuk soal yang jawabannya dapat dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban (option) yang telah disediakan. Setiap soal PG terdiri atas pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option). Pilihan jawaban terdiri atas kunci jawaban dan pengecoh (distractor). Kunci jawaban merupakan jawaban benar atau paling benar, sedangkan pengecoh merupakan jawaban tidak benar, tetapi peserta didik yang tidak menguasai materi mungkinkan memilih pengecoh tersebut.

    Contoh soal Pilihan Ganda yang kurang baik:

    Contoh peristiwa konveksi dalam kehidupan sehari-hari adalah ....
    A. panas matahari yang sampai ke bumi
    B. terjadinya angin darat dan angin laut
    C. air yang dimasak di dalam panci lama kelamaan mendidih
    D. pangkal besi yang terasa panas ketika ujungnya dibakar
    Kunci jawaban: B dan C

    Contoh soal Pilihan Ganda yang lebih baik:

     Contoh peristiwa konveksi dalam kehidupan sehari-hari adalah ....
    A. panas matahari yang sampai ke bumi
    B. terjadinya angin darat dan angin laut
    C. panci yang menjadi panas akibat adanya api dari kompor
    D. pangkal besi yang terasa panas ketika ujungnya dibakar
    Kunci jawaban: B


    Teknik Penulisan Soal Uraian
    Soal bentuk uraian adalah suatu soal yang menuntut peserta didik untuk mengorganisasikan gagasan-gagasan atau hal-hal yang telah dipelajarinya. Jawabannya dikemukakan dalam bentuk uraian tertulis. Berdasarkan penskorannya soal bentuk uraian diklasifikasikan menjadi uraian objektif dan uraian non objektif. penskorannya berisi kriteria-kriteria dan setiap kriteria diskordalam bentuk rentang skor.

    Penulisan soal berpikir tingkat tinggi atau (higher order thinking skill atau HOTS)

    Dalam menulis soal, penulis soal umumnya memiliki kecenderungan untuk menulis soal-soal yang menuntut perilaku ingatan karena mudah dalam penulisan soalnya dan materi yang hendak ditanyakan juga mudah diperoleh secara langsung dari buku pelajaran. Soal-soal yang mengukur ingatan kurang memberi dorongan kepada peserta didik untuk belajar lebih giat dalam mempersiapkan dirinya menjadi anggota masyarakat yang kreatif di masa depan. Oleh karena itu, peserta didik perlu diberi soal-soal yang menuntut proses berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skill atau HOTS). Level kognitif yang diukur pada soal-soal HOTS biasanya berada pada level 3 yang mengukur
    proses berpikir penalaran dan logika (reasoning).

    CONTOH SOAL HOTS

    Bacalah kedua teks berikut ini!

    Teks 1
    Kemarin Agus bersepeda santai keliling kampung Ulusari. Sepintas kampung tersebut tampak asri. Ternyata penduduk desa itu sangat menderita. Di daerah itu ada pertambangan batubara liar. Limbahnya mencemari sungai yang mengalir di desa itu. Padahal sungai sangat berguna bagi penduduk kampung Ulusari untuk kehidupan sehari-hari. Akibatnya, banyak penduduk sakit perut dan gatal-gatal.

    Teks 2
    Taufik berhasil memelihara itik. Semula mempunyai dua ekor itik betina dan satu ekor itik jantan. Sekarang sudah menjadi empat puluh ekor. Sayangnya, itik-itik tersebut tidak punya kandang khusus. Para tetangga merasa terganggu. Itik-itik itu berkeliaran di halaman dan sawah mereka dan merusak tanaman padi. Selain itu, bau tak sedap pun tersebar ke mana-mana.

    Persamaan isi kedua teks bacaan tersebut adalah ….
    A. keberhasilan penduduk dalam menjaga lingkungan
    B. ketidakpedulian terhadap kebersihan lingkungan
    C. pencemaran lingkungan oleh penambangan liar
    D. pencemaran lingkungan oleh ulah peternak
    Kunci jawaban : B

    Dalam panduan ini juga dibahas penulisan soal untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi beserta contohcontoh. Semua upaya ini dalam rangka menghasilkan soal yang berkualitas agar tes yang digunakan memberikan informasi yang valid tentang tingkat pencapaian dan penguasaan peserta didik terhadap tujuan pembelajaran seperti tertuang pada kompetensi dasar dan indikator pencapaian hasil belajar.


    Silakan download Panduan Penulisan Soal SD/MI


  • Panduan Penulisan Soal SD/MI Pusat penilaian Pendidikan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud