UPTD Ngambon :UPTD Pendidikan Kecamatan Ngambon, mengadakan serah terima jabatan guru yang
diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah. Dua orang mutasi dalam kecamatan ngambon, 2 orang mutasi dari dan keluar kecamatan, dan 5 orang promosi serta 5 orang Kepala Sekolah kembali ke guru. Sertijab dilaksanakan pada hari Sabtu, 7 November 2015, yang bertempat di SDN Ngambon I.

Acara sertijab ini dihadiri oleh Kabid TK/SD Dinas pendidikan Bojonegoro Abd. Aziz, S.Pd., M.M.Pd., Muspika Ngambon, Pimpinan dan Staff UPTD Pendidikan Kec. Ngambon, semua Kepala Sekolah, perwakilan guru, dan satu orang pengurus Komite Sekolah dari sekolah yang melaksanakan sertijab.

Sertijab dilaksanakan Setelah kepala sekolah mutasi dan promosi dilantik Bupati Bojonegoro H. Suyoto, M.Si. pada hari Sabtu, 31 Oktober 2015 di Pendopo Malowopati Bojonegoro, dengan Surat Keputusan Bupati Bojonegoro Nomor : 821.2/290/203.412/2015, Tentang Pengangkatan Dalam Jabatan Kepala SD, SMP, SMA, SMK.
Sedangkan guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah dan ditugaskan kembali sebagai guru dengan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bojonegoro Nomor : 821.2/292/203.412/2015, Tentang Tugas Tambahan Guru / Kepala Sekolah Kembali Ke Guru

Serah terima jabatan kepala sekolah ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima oleh kepala sekolah lama kepada kepala sekolah baru yang dilaksanakan oleh UPTD Ngambon, dilanjutkan dengan penyerahan berita acara dan memori serah terima jabatan pada masing-masing sekolah.

Daftar Nama Guru Pengangkatan Dalam Jabatan Kepala SD, SMP, SMA, SMK
Surat Keputusan Bupati Bojonegoro Nomor : 821.2/290/203.412/2015

Satuan Kerja     :  UPTD Pendidikan Kecamatan Ngambon
No
Nama/NIP
Jabatan Lama
Jabatan Baru
Ket
1.
SITI MUSIDATI, S.Pd.
19600323 198201 2 016
Ka. SDN Bondol II
Kecamatan Ngambon
Ka. SDN Bondol I
Kecamatan Ngambon
Mutasi
2.
ABDUL MUNTHOLIB, S.Pd.
19700809 199304 1 001
Ka. SDN Nglampin V
Kecamatan Ngambon
Ka. SDN Ngambon I
Kecamatan Ngambon
Mutasi
3.
BROTO UTOMO, S.Pd.
19650502 199003 1 014
Ka. SDN Bondol I
Kecamatan Ngambon
Ka. SDN Margomulyo II
Kecamatan Balen
Mutasi
4.
DARTA, S.Pd.
19690218 199403 1 008
Ka. SDN Deling II
Kecamatan Sekar
Ka. SDN Sengon I
Kecamatan Ngambon
Mutasi
5.
SUPANGATI, S.Pd.
19630702 198303 2 007
Guru SDN Nglampin I
Kecamatan Ngambon
Ka. SDN Sengon II
Kecamatan Ngambon
Promosi
6.
NURUL AMANAH, S.Pd.SD
19710130 199304 2 001
Guru SDN Bondol II
Kecamatan Ngambon
Ka. SDN Bondol II
Kecamatan Ngambon
Promosi
7.
SAMSU, S.Pd.
19640711 198703 1 008
Guru SDN Nglampin V
Kecamatan Ngambon
Ka. SDN Nglampin V
Kecamatan Ngambon
Promosi
8.
KASRIPAN, S.Pd.
19651231 198904 1 001
Guru SDN Ngambon I
Kecamatan Ngambon
Ka. SDN Karangmangu II
Kecamatan Ngambon
Promosi
9.
KUSNAN, S.Pd
19631211 198703 1 014
Guru SDN Nglampin III
Kecamatan Ngambon
Ka. SDN Nglampin III
Kecamatan Ngambon
Promosi


Daftar Nama-Nama Tugas Tambahan Guru / Kepala Sekolah Kembali Ke Guru
Surat Keputusan Bupati Bojonegoro Nomor : 821.2/292/203.412/2015

Satuan Kerja     :  UPTD Pendidikan Kecamatan Ngambon
No
Nama/NIP
Jabatan Lama
Jabatan Baru
1.
SUPARNO, S.Pd.
19560506 197703 1 008
Ka. SDN Ngambon I
Kecamatan Ngambon
Guru SDN Ngambon I
Kecamatan Ngambon
2.
SUGITO M.S., S.Pd.
19580730 197803 1 007
Ka. SDN Sengon I
Kecamatan Ngambon
Guru SDN Sengon I
Kecamatan Ngambon
3.
HADI SUCIPTO, S.Pd.
19601016 197907 1 003
Ka. SDN Sengon II
Kecamatan Ngambon
Guru SDN Karangmangu I
Kecamatan Ngambon
4.
SURATIJO, S.Pd.
19600906 198201 1 016
Ka. SDN Karangmangu II
Kecamatan Ngambon
Guru SDN Karangmangu II
Kecamatan Ngambon
5.
ARIF MUTHOHAR, S.Pd.
19610824 198201 1 009
Ka. SDN Nglampin III
Kecamatan Ngambon
Guru SDN Ngambon I
Kecamatan Ngambon


UPTD Ngambon :
Innalillahi wa inna ilaihi roji’uun. Telah meninggal dunia  Bapak HADI SUCIPTO (Kepala SDN Sengon 2 Kecamatan Ngambon Bojonegoro), pada hari Jumat malam tanggal 2 Oktober 2015 sekitar pukul 23.00, di RSB Wahyu Tutuko Bojonegoro. Jenazah dimakamkan di Desa Kanor, Kecamatan Kanor, pada hari Sabtu, 3 Oktober 2015.
Allahummaghfirlahu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wa wassi’ madkhalahu waj’ali al-jannata maswahu.

“(Yaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa musibah, mereka berkata: “Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah Kami akan kembali.” (al-Baqarah (2):156)
Ya Allah, ampunilah kami, baik yang masih hidup maupun yang telah mati, yang hadir di sini maupun yang tidak hadir, yang kecil maupun yang besar, yang laki-laki maupun yang wanita. Engkau Maha Tahu tempat kami dan tempat istirahat kami. Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, barang siapa yang Engkau hidupkan diantara kami maka hidupkanlah di atas Islam dan sunnah (ahli sunnah, pent). Barang siapa yang Engkau matikan diantara kami maka matikanlah di atas Islam dan sunnah. (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Ya Allah ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, maafkanlah dia, baguskanlah tempat tinggalnya, luaskanlah kuburnya, mandikanlah ia dengan air, salju dan embun, bersihkanlah ia dari dosa dan kesalahan sebagaimana kain putih dibersihkan dari kotoran. Jadikanlah rumah yang lebih baik dari rumahnya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya, masukkanlah ia ke dalam sorga dan lindungilah ia dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah ia dalam kuburnya dan berilah ia cahaya di dalamnya. (HR. Muslim)
Kami yang turut berduka,
Keluarga Besar Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Kecamatan Ngambon
UPTD Ngambon :


Download Laporan Individu Sekolah 2015:
UPTD Ngambon :

TEMA HUT KE 70 RI
"AYO KERJA"

GERAKAN NASIONAL 70 TAHUN INDONESIA MERDEKA

Gerakan Nasional“Ayo Kerja” Pada 70 tahun Indonesia Merdeka
Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku
Di sanalah aku berdiri untuk selama-lamanya
............................................................
Bangunlah jiwanya, bangunlah raganya
Untuk Indonesia Raya

Tujuh puluh tahun Indonesia Merdeka adalah rakhmat tak ternilai dari Allah Yang Maha Kuasa. Kita meyakini sebagaimana para Bapak dan Ibu Bangsa Indonesia meyakini, bahwa Indonesia Merdeka adalah suatu jembatan emas untuk mewujudkan semua harapan berbangsa dan bernegara, yakni: memiliki Indonesia yang “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.”

Harapan itu hanya bisa dicapai dengan kerja. Hanya melalui kerja sebuah bangsa akan meraih kemakmuran dan kejayaannya. Hanya melalui kerja, bangsa Indonesia akan bisa membangun jiwa dan sekaligus membangun raganya untuk kejayaan Indonesia Raya. Hanya melalui kerja, Republik Indonesia akan dapat berdiri kokoh untuk selama-lamanya dan mampu mewujudkan semua cita-cita mulia yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.

Kerja yang dimaksud bukanlah semata-mata kerja biasa. Kerja haruslah dilakukan dengan keinsyafan akan kekuatan dari Persatuan Indonesia. Kerja yang dilakukan dengan gotong royong. Gotong royong dari seluruh anak bangsa tanpa kecuali. Gotong royong bukan hanya urusan rakyat, para pemimpin-pun harus mampu memberi contoh bergotong royong dalam kerja. Karena kita yakin bahwa tantangan besar yang dihadapi bangsa Indonesia hari ini dalam aras nasional, regional dan global memerlukan suatu upaya bersama yang melibatkan seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Gotong-royong dalam kerja seharusnya menjadi jiwa gerakan perayaan 70 tahun kemerdekaan Indonesia.

Melalui Gerakan Nasional 70 Tahun Indonesia Merdeka, yang dicanangkan tepat di Nol Kilometer Indonesia di Kota Sabang ini, Presiden Joko Widodo bertekad menjadikannya sebagai titik tolak mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia dengan gotong royong. Presiden Joko Widodo ingin menggunakan momentumperayaan 70 tahun Indonesia merdeka untuk memperbarui tekad dalam mewujudkan harapan seluruh rakyat Indonesia. Harapan para petani. Harapan para nelayan. Harapan kaum buruh, Harapan rakyat di kawasan perbatasan dan pulau- pulau terluar. Harapan dari segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Dengan keinsyafan itulah, dari Nol Kilometer Indonesia ini Presiden Joko Widodo menyerukan: Ayo Kerja! Ayo Kerja! Ayo Kerja! Presiden Joko Widodo mengajak kerja bersama-sama untuk membuat harapan rakyat itu bisa terwujud. Gerakan “Ayo Kerja” ini merupakan satu langkah besar mewujudkan impian Indonesia Merdeka dalam arti sesungguhnya.

Ayo kerja bukanlah slogan semata melainkan sebuah pergerakan. Pergerakan apa? Pergerakan seperti halnya yang pernah dibayangkan oleh Bung Karno, Bapak Bangsa dan Proklamator Kemerdekaan bahwa “...pergerakan kita janganlah pergerakan yang kecil-kecilan; pergerakan kita itu haruslah pada hakekatnya suatu pergerakan yang ingin mengubah sama sekali sifatnya masyarakat, suatu pergerakan yang ingin menjebol kesakitan-kesakitan masyarakat sampai kesulur-sulurnya dan akar-akarnya.” Presiden Joko Widodo memiliki keyakinan yang sama bahwa pergerakan yang kita ingin bangun adalah pergerakan menjebol mentalitas bangsa yang berada dalam keterjajahan, ketertindasan, ketidakadilan, ketidak merdekaan serta membangun mentalitas baru sebagai bangsa yang merdeka 100 persen. Itulah makna yang paling mendasar dari revolusi mental.

Ayo Kerja! Sesungguhnya adalah perwujudan praktis dari gerakan revolusi mental yang juga dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo sejak awal pemerintahannya. Revolusi mental itu bukan hanya untuk rakyat namun harus menjangkau dan mengikat para penyelenggara negara. Para penyelenggara negara memiliki tanggung jawab moral maupun konstitusional untuk bekerja jujur, tanpa pamrih, melayani rakyat secara paripurna.

Gerakan Nasional “Ayo Kerja” tidak ingin berhenti pada slogan ataupun perayaan semata, tapi gerakan ‘Ayo Kerja’ ingin menjadi gerakan nyata yang diharapkan mampu membangkitkan semangat rakyat dalam mewujudkan impian Indonesia Merdeka. Gerakan “Ayo Kerja” juga berupaya mendorong partisipasi seluruh rakyat Indonesia untuk terlibat, turun tangan secara bersama-sama mewujudkan impiannya.

Dalam pencanangan Gerakan Nasional “Ayo Kerja” ini, Presiden Joko Widodo menyaksikan pembacaan impian Indonesia 70 Tahun ke depan dari salah seorang perwakilan anak bangsa di ujung paling barat Indonesia. Penulisan impian anak bangsa itu akan disimpan secara rapi dalam “Kapsul Waktu”. Membayangkan Indonesia 70 Tahun ke depan di harapkan bergulir di seluruh pelosok Indonesia: mulai dari desa-desa di pedalaman, kampung-kampung pesisir sampai dengan di kota-kota. Impian seluruh rakyat Indonesia dari 34 Provinsi akan disimpan dalam “Kapsul Waktu” yang rencananya perjalanannya berakhir di Provinsi Papua, tepatnya di ujung timur Indonesia, Merauke. Di Merauke inilah Presiden Joko Widodo akan menuliskan impiannya tentang 70 Tahun Indonesia ke depan dan menyimpannya dalam “Kapsul Waktu”. Membayangkan Indonesia masa depan melalui “Kapsul Waktu”, adalah menuliskan harapan tentang kemajuan dan kejayaan Indonesia Raya. Tugas kita bersama untuk bergerak mewujudkannya. Ayo Kerja!

1. 
Logo: [download]
2. 
Rilis Gerakan Nasional 70 tahun Indonesia Merdeka [download]
3. 
Surat Edaran Tema dan Logo Peringatan HUT ke-70 Kemerdekaan RI Tahun 2015 [download]