UPTD Pendidikan Kecamatan Ngambon, sejak 30 Desember 2016 berubah menjadi UPT Pendidikan Wilayah II meliputi Kecamatan Ngambon, Kecamatan Ngasem,dan Kecamatan Tambakrejo, Klik di sini untuk Pembagian Wilayah UPT
UPT Pendidikan Ngambon :
Guru SD (di Indonesia) salah satu tugas dan tanggungjawab yang besar namun masih banyak masyarakat yang berpendapat bahwa profesi guru SD cenderung bersifat santai dan tidak membutukan banyak tenaga dan fikiran dalam menjalankan tanggung jawab profesinya.

Namun kenyataan dilapangan tingkat beban kerja mental, mampu mengakibatkan stres kerja dan mempengaruhi performansi sang guru saat sedang mengajar para muridnya, mengapa?

Selain beban kerja yang terjadi karena jam mengajar dan lingkungan kerja, tanggung jawab sebagai seorang guru tidak bisa dianggap sebagai hal yang sepele.

sampai saat ini semua beban administrasi menjadi tanggung jawab guru SD, mulai pembuatan berbagai laporan, Surat Pertanggung Jawaban (SPJ), pelaporan Biaya Operasional Sekolah (BOS) atau administrasi lainnya.

Padahal, pekerjaan itu seharusnya dilakukan seorang tenaga Tata Usaha atau TU, agar tidak mengganggu tugas mengajar guru. Sehingga gaji guru di Indonesia dirasa masih kurang dibandingkan dengan tugas dan tanggung jawabnya.

Hasil survei yang dikeluarkan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) tahun 2017 memperlihatkan negara yang memberikan besaran gaji terbesar bagi individunya yang bekerja sebagai guru sekolah dasar (SD). Survei itu dilakukan pada 47 negara termasuk Indonesia.

Besaran gaji yang tercatat di sini merupakan jumlah pedapatan khusus guru yang telah berpengalaman lebih dari 10 tahun. Angka ini juga merupakan rentang pendapatan maksimal yang bisa didapat selama seorang individu berkarier sebagai tenaga pengajar.

Berikut 7 negara dengan gaji guru SD paling tinggi di dunia yang UPT Pendidikan Ngambon lansir dari bisnis liputan 6 (25/11/2017):

1. Luksemburg
Gaji guru: US$ 137 ribu atau Rp 1,8 miliar per tahun
Ekuivalen: Rp 154 juta per bulan

2. Swiss
Gaji guru: US$ 92 ribu atau Rp 1,2 miliar per tahun
Ekuivalen: Rp 103 juta per bulan

3. Jerman
Gaji guru: US$ 75 ribu atau Rp 1,01 miliar per tahun
Ekuivalen: Rp 84 juta per bulan

4. Korea Selatan
Gaji guru: US$ 75 ribu atau Rp 1,01 miliar per tahun
Ekuivalen: Rp 84 juta per bulan

5. Amerika Serikat
Gaji guru: US$ 67 ribu atau Rp 904 juta per tahun
Ekuivalen: Rp 75 juta per bulan

6. Austria
Gaji guru: US$ 66 ribu atau Rp 891 juta per tahun
Ekuivalen: Rp 74 juta per bulan

7. Belanda
Gaji guru: US$ 66 ribu atau Rp 891 juta per tahun (asumsi rupiah 13.505 per dolar Amerika Serikat)
Ekuivalen: Rp 74 juta per bulan




UPT Pendidikan Ngambon :
Sesuai dengan hasil pengarahan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro pada hari Sabtu, Tanggal 18 November 2017 kepada Kepala SD se Kecamatan Ngambon di Taman Wisata Rajekwesi Bojonegoro, tentang pembuatan website atau blog sekolah untuk pelayanan profil sekolah, yang ditindaklanjuti dengan rapat dinas di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro yang dihadiri oleh Ketua KKKS se Kabupaten Bojonegoro, rapat dipimpin oleh Kabid Pendidikan SD Drs. Chumaidi, M.M. terkait pembuatan blog atau website sekolah.

Maka pada hari selasa, 12 Desember 2017 dilaksanakan pelatihan pembuatan dan pengembangan website atau blog sekolah, yang bertempat di kantor UPT Pendidikan Wilayah II, Kecamatan Ngambon yang disampaikan oleh Pengawas SD wilayah II, Bapak Masruhin.

Hadir dalam pelatihan tersebut adalah guru yang diberi tugas sebagai admin penanggung jawab pengelola website sekolah se Kecamatan Ngambon dan 3 SD di kecamatan Ngasem, serta 4 SD Binaan di Kecamatan Tambakrejo.

Sudah banyak sekolah yang membuat website atau blog sekolah, namun masih banyak sekolah yang tidak mencantumkan data-data sekolah ataupun sekolah yang sudah posting data-data sekolah namun tidak aktif untuk melakukan updating data sekola.

Dengan pelatihan pembuatan website ini diharapka semua sekolah memiliki website dengan memosting data-data sekolah mulai Visi dan Misi Sekolah, identitas sekolah, data siswa, data guru, data sarana dan prasarana sekolah bahkan dokumen foto-foto sekolah baik sarpras maupun foto-foto kegiatan di sekolah. Hal ini sangat di kehendaki oleh para pimpinan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro.

Posting data-data sekolah tersebut diharapkan akan mudah terdeteksi profil-profil sekolah dalam berbagai bentuk yang dapat menggambarkan eksistensi sebuah lembaga pendidikan sebuah lembaga yang terus melakukan pendidikan kepada anak-anak bangsa demi menuju kemajuan bangsa Indonesia di masa depan yang cemerlang, menuju era Indonesia Emas.

Setelah pelatihan ini semua lembaga pendidikan di jajaran UPT Pendidikan Wilayah II, meliputi kecamatan Ngambon, Ngasem, dan Tambakrejo memiliki website sekolah. Dengan mengembangkan tata kelola manajemen website sekolah juga diharapkan semua tenaga Guru dan tenaga kependidikan lainnya bisa mendukung adanya website dengan melakukan tindakan aktif menulis baik tentang pendidikan, kegiatan-kegiatan sekolan yang dilaksanakan guna meningkatkan kompetensi GTK.

Peserta pelatihan yang hadir adalah admin dari :

1
SDN Nglampin I
Kecamatan
Ngambon
2
SDN Nglampin II
Kecamatan
Ngambon
3
SDN Nglampin III
Kecamatan
Ngambon
4
SDN Nglampin V
Kecamatan
Ngambon
5
SDN Bondol I
Kecamatan
Ngambon
6
SDN Bondol II
Kecamatan
Ngambon
7
SDN Sengon I
Kecamatan
Ngambon
8
SDN Ngambon I
Kecamatan
Ngambon
9
SDN Sengon II
Kecamatan
Ngambon
10
SDN Karangmangu II
Kecamatan
Ngambon
11
SDN Setren 2
Kecamatan
Ngasem
12
SDN Setren 3
Kecamatan
Ngasem
13
SDN Setren 4
Kecamatan
Ngasem
14
SDN Bakalan II
Kecamatan
Tambakrejo
15
SDN Gamongan II
Kecamatan
Tambakrejo
16
SDN Malingmati III
Kecamatan
Tambakrejo
17
SDN Ngrancang  IV
Kecamatan
Tambakrejo

Tim Wilayah II
UPT Pendidikan Wilayah II:


Artikel ini diharapkan bisa membantu para Kepala Sekolah, Guru untuk menuliskan sebuah berita di website atau blog sekolah.

Kalimat 5W+1H - Bagi para penulis, jurnalis atau pencari berita tentunya tidak asing lagi mendengar tentang 5W+1H karena rumus itulah yang menjadi dasar dalam menulis dan mengembangkan sebuah tulisan berita. Namun, sebenarnya apakah yang dimaksud dengan rumus 5W+1H itu?

Berikut ini adalah penjelasan dan contoh mengenai 5W+1H.

5W+1H adalah rumus klasik yang berupa pertanyaan-pertanyaan yang digunakan untuk mencari inti pokok berita kegiatan, mengembangkan berita atau sebuah kegiatan sekolah. Mengapa demikian?
Hal ini karena rumus 5W+1H berisi inti-inti penyusun berita atau kegiatan di sekolah.

5W+1H diambil dari kata-kata tanya dalam bahas Inggris:

1. What (Apa
2. Who (Siapa)
3. When (Kapan)
4. Why (Mengapa)
5. Where (mana) dan
6. How (Bagaimana)

Di bawah ini adalah contoh-contoh kalimat 5W+1H

Kalimat 5W+1H

1.      What (Apa)
Kata tanya yang pertama dari rumus ini adalah Apa. Kata tanya ini berisi pertanyaan mengenai permasalahan atau hal yang dilaksanakan pada suatu kegiatan di sekolah.

Contoh:
1. Apa yang sedang dilakukan di sekolah?
2. Apa saja fasilitas yang digunakan di sekolah?
3. Apa yang didapatkan dari kegiatan?
4. Apa yang dikatakan oleh para pemeran utama?
5. Apa saja yang akan dilakukan oleh para pemeran (KS, Guru, Orangtua siswa, Wali Murid)?
6. Apa pandangan orang lain mengenai kegiatan di sekolah?

2.      Why (Mengapa)
Kata tanya mengapa mengandung pertanyaan-pertanyaan mengenai alasan atau motivasi terjadinya sebuah kegiatan.

Contoh:
1. Mengapa hal kegiatan ini diadakan sekolah?
2. Mengapa orangtua murid, Kades, Komite Sekolah, Tokoh Masyarakat diundang?
3. Mengapa memilih lokasi kegiatan di sekolah?
4. Mengapa orangtua murid banyak yang tidak hadir?
5. Mengapa kegiatan ini sangat semarak?

3.      Who (Siapa)
Kata tanya Siapa mengandung pertanyaan-pertanyaan mengenai pelaku atau orang lain dari sebuah peristiwa yang terjadi.

Contoh:
1. Siapa saja yang hadir dalam kegiatan di sekolah?
2. Siapa saja yang berperan dalam kegiatan tersebut?
3. Siapa saja yang terlibat di dalam kegiatan tersebut? (Guru, siswa, dll)
4. Siapa saja yang berpendapat dalam kegiatan tersebut?

4.      When (Kapan)
Kata tanya Kapan berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai waktu terjadinya kegiatan sekolah diselenggarakan.

Contoh:
1. Kapan kegiatan sekolah itu diselenggarakan?
2. Kapan (jam) para undangan tiba di sekolah?
3. Kapan pertemuan lanjutan akan dilaksanakan?
4. Kapan kegiatan sekolah berakhir?
5. Kapan kegiatan ini akan dilaporkan kepada pejabat?

5.      Where (Di mana)
Kata tanya di mana mengandung pertanyaan-pertanyaan mengenai tempat atau lokasi kegiatan diselenggarakan.

Contoh:
1. Di mana kegiatan ini dilaksanakan?
2. Di mana ruang / tempat kegiatan diselenggarakan?
3. Di mana tempat penyelenggaraan tindak lanjut?

6.      How (Bagaimana)
Kata tanya bagaimana berisi pertanyaan-pertanyaan yang mengandung cara atau proses berlangsungnya suatu kegiatan.

Contoh:
1. Bagaimana kegiatan sekolah tersebut diselenggarakan?
2. Bagaimana kehadiran para undangan?
3. Bagaimana situasi kegiatan tersebut?
4. Bagaimana reaksi dari peserta, orangtua, walimurid?
5. Bagaimana pendapat peserta, orangtua, walimurid?
6. Bagaimana hasil kegiatan tersebut?
7. Bagaimana tindaklanjut hasil kegiatan tersebut?

Demikianlah kalimat-kalimat pertanyaan 5W+1H yang biasa digunakan untuk menemukan atau mengembangkan pokok-pokok pikiran atau inti dari sebuah berita dari sebuah kegiatan.

Dalam penulisan berita kegiatan tidak harus urut sesuai dengan urutan 5W+1H tetapi diharapkan memenuhi kriteria 5W+1H. (was)
Untuk kali kedua, keluarga besar UPT Pendidikan Wilayah II, khususnya Kecamatan Ngambon mengikuti agenda kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas pendidikan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro dengan melaksanakan kegiatan olah raga senam yang dilaksanakan di Taman Wisata Rajekwesi Bojonegoro yang dahulu merupakan lokasi terminal bus di Kabupaten Bojonegoro.

Sabtu, 18 November 2017, Di Taman Wisata Rajekwesi inilah rutinitas kegiatan menyehatkan di laksanakan Senam bersama yang dibina oleh Bapak Hanafi Kepala Dinas Pendidikan, Bapak Chumaidi Kabid Pendidikan SD, Ibu Nurul Azizah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro, dan diikuti oleh Kepala UPT Pendidikan Ngambon beserta pengawas, bapak dan Ibu Kepala SD beserta guru SD, Guru TK dan PAUD se Kecamatan Ngambon. Hadir mengikuti senam juga Siswa TK slah satu TK di Kecamatan kota dan siswa putri SMPN 4 Bojonegoro.

Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB diawali dengan sambutan Kepala UPT Pendidikan
Wilayah II Kecamatan Ngambon, Tambakrejo, dan Ngasem, H. Mugianto, S.Pd dilanjutkan sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Tujuan acara ini selain menyehatkan tubuh juga mengguyuprukunkan warga pendidikan Bojonegoro, dengan kerjasama yang apik oleh instansi terkait acara ini bisa terlaksana dengan tertib dan lancar. Hingga 08.00 WIB acara usai, para peserta senam ceria bersantai ria di Taman Rajekwesi duduk – duduk di bawah rerindangan pohon sambil menghirup udara segar. Kegiatan dilanjut foto bersama para peserta senam.

Dengan memanfaatkan waktu dan kesempaatan, maka kepala dinas pendidikan Bapak Hanafi Kepala Dinas Pendidikan, Bapak Chumaidi Kabid Pendidikan SD, Ibu Nurul Azizah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro mengadakan arahan, pembinaan serta wejangan terkait dengan kedinasan Kepada Kepala UPT Pendidikan Wilayah II, semua Kepala Sekolah SD dan Pengawas. dengan gaya lesehan sangat sederhana di lokasi Taman wisata Rajekwesi Bojonegoro.

Adapun dalam pembinaan tersebut materi yang disampaikan antara lain tentang : 1. PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan); 2. Kesiswaan; 3. KBM kegiatan belajar mengajar; 4. Sarana dan prasarana SD; 5. Perpustakaan dan Buku2; 6. OPS dan Dapodik; 7.  Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dengan pengelolaannya; 8. Tagihan data2 sekolah baik Profil Sekolah yang bersumber dari dapodik, maupun data foto2 sekolah dan lingkungan sekolah; Banner pernyataan kesiapan warga sekolah tentang pengembangan dan pelestarian lingkungan hidup yang mendukung penyelenggara pendidikan baik akademik dan non akademik; 9. gerakan penanaman tanaman peneduh dan bunga bougenfile, dan 10. Teknologi Informasi dan Komunikasi utamanya Website lembaga UPT maupun sekolah guna mendukung informasi lembaga pendidikan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro.


Rep.(Imam Basuki, SDN Bondol I)
UPT Pendidikan Ngambon :
 Ngambon – menindaklanjuti pelaksanaan implementasi kurikulum 2013 di tahun 2017 maka pada hari Selasa, 7 November 2017 telah dilaksanakan Kegiatan IN-2 Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 di SD Inti, SDN Nglampin 1 Kecamatan Ngambon, sebagai gugus sekolah pelaksana K13, atau sebagai klaster. Pelaksanaan pendampingan implementasi Kurikulum 2013 jenjang SD tahun 2017 dilakukan oleh instruktur kurikulum yang telah mengikuti bimtek yang diselenggarakan oleh pusat, pengawas dan kepala sekolah atau guru yang telah mengikuti bimtek kurikulum 2013 di kab/kota, yaitu Drs. Masruhin Pengawas Kecamatan Ngambon dan Tuwuh Handayani, S.Pd.SD, Guru SDN Ngambon I, Pendampingan diikuti oleh guru kelas 1, guru kelas 4, kepala sekolah yang telah mengikuti bimtek implementasi Kurikulum 2013 di tingkat sekolah sasaran, serta guru agama dan guru PJOK.

Pendampingan dilakukan dengan melakukan workshop mini peserta pendampingan di sekolah Inti (IN); kemudian dilanjutkan dengan pendampingan oleh pengawas dan kepala sekolah atau guru kepada peserta pendampingan saat melakukan pembelajaran di kelas (ON). Pendampingan implementasi Kurikulum 2013

Bantuan Pemerintah Pendampingan Kurikulum 2013 adalah bantuan yang diberikan pemerintah yang digunakan untuk menyelenggarakan pendampingan di Sekolah Inti terkait pelaksanaan Kurikulum 2013 yang bersumber dari dana APBN.

Pendamping melakukan pendampingan di Sekolah Inti (IN) yaitu pertemuan yang diikuti oleh anggota kelompok sekolah inti pelaksana kurikulum 2013 di wilayah sekitarnya, untuk SDN Nglampin I, satu SD Inti ditambah 7 SD sasaran lain. Peserta pendampingan (IN) dapat terdiri dari unsur kepala sekolah, guru kelas 1 dan 4, guru agama, dan guru PJOK.  

Tahap selanjutnya adalah pendampingan di lokasi pembelajaran (sekolah sasaran) yang disebut ON. ON dilakukan maksimum sebanyak 6 kali.

Berikut peserta pendampingan di SD Inti SDN Nglampin I:

No
Nama Lembaga
Nama
1
SDN Nglampin I
Wahyudi, S.Pd.I.
2
SDN Nglampin I
Siti Kholifah, S.Pd.
3
SDN Nglampin I
Kusnari, S.Pd.
4
SDN Nglampin I
Ahmad Khozin, S.Pd.I.
5
SDN Bondol I
Siti Musidati, S.Pd
6
SDN Bondol I
Sutarim, S.Pd.I
7
SDN Bondol I
Alief Alfanda M, S.Pd. Sd
8
SDN Bondol I
Siti Karmila
9
SDN Sengon I
Darta, S.Pd.
10
SDN Sengon I
Endang Suci Astuti, S.Pd
11
SDN Sengon I
Chusnul Chotimah, S.Pd.Sd
12
SDN Sengon I
Nurhasan, S.Pd. Sd
13
SDN Karangmangu I
Mulyani, S.Pd.
14
SDN Karangmangu I
Endang Sri Iswanti, S.Pd.
15
SDN Karangmangu I
Arif Muthohar, S.Pd.
16
SDN Karangmangu I
Muntari, S.Pd.I.
17
SDN Jelu 2
Drs. Murtiyanto
18
SDN Jelu 2
Martiningsih, S.Pd.
19
SDN Jelu 2
Ibnu Hafid, S.Pd.Sd.
20
SDN Jelu 2
Budiyono, S.Pd.Sd.
21
SDN Sendangharjo
Widi Pamerdiningtiyas, S.Pd.
22
SDN Sendangharjo
Sri Dwi Astuti, S.Pd.Sd.
23
SDN Sendangharjo
Isti Komariyah, S.Pd.Sd.
24
SDN Sendangharjo
Umi Alviana Suci
25
SDN Tengger
Sulit Indrawati, S.Pd.
26
SDN Tengger
Pya Juli Fatmawatik, S.Pd.Sd.
27
SDN Tengger
Warpian, S.Pd.
28
SDN Tengger
Ayuk Maryani, S.Pd.Sd.