UPTD Ngambon :


Download Laporan Individu Sekolah 2015:
UPTD Ngambon :

TEMA HUT KE 70 RI
"AYO KERJA"

GERAKAN NASIONAL 70 TAHUN INDONESIA MERDEKA

Gerakan Nasional“Ayo Kerja” Pada 70 tahun Indonesia Merdeka
Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku
Di sanalah aku berdiri untuk selama-lamanya
............................................................
Bangunlah jiwanya, bangunlah raganya
Untuk Indonesia Raya

Tujuh puluh tahun Indonesia Merdeka adalah rakhmat tak ternilai dari Allah Yang Maha Kuasa. Kita meyakini sebagaimana para Bapak dan Ibu Bangsa Indonesia meyakini, bahwa Indonesia Merdeka adalah suatu jembatan emas untuk mewujudkan semua harapan berbangsa dan bernegara, yakni: memiliki Indonesia yang “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.”

Harapan itu hanya bisa dicapai dengan kerja. Hanya melalui kerja sebuah bangsa akan meraih kemakmuran dan kejayaannya. Hanya melalui kerja, bangsa Indonesia akan bisa membangun jiwa dan sekaligus membangun raganya untuk kejayaan Indonesia Raya. Hanya melalui kerja, Republik Indonesia akan dapat berdiri kokoh untuk selama-lamanya dan mampu mewujudkan semua cita-cita mulia yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.

Kerja yang dimaksud bukanlah semata-mata kerja biasa. Kerja haruslah dilakukan dengan keinsyafan akan kekuatan dari Persatuan Indonesia. Kerja yang dilakukan dengan gotong royong. Gotong royong dari seluruh anak bangsa tanpa kecuali. Gotong royong bukan hanya urusan rakyat, para pemimpin-pun harus mampu memberi contoh bergotong royong dalam kerja. Karena kita yakin bahwa tantangan besar yang dihadapi bangsa Indonesia hari ini dalam aras nasional, regional dan global memerlukan suatu upaya bersama yang melibatkan seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Gotong-royong dalam kerja seharusnya menjadi jiwa gerakan perayaan 70 tahun kemerdekaan Indonesia.

Melalui Gerakan Nasional 70 Tahun Indonesia Merdeka, yang dicanangkan tepat di Nol Kilometer Indonesia di Kota Sabang ini, Presiden Joko Widodo bertekad menjadikannya sebagai titik tolak mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia dengan gotong royong. Presiden Joko Widodo ingin menggunakan momentumperayaan 70 tahun Indonesia merdeka untuk memperbarui tekad dalam mewujudkan harapan seluruh rakyat Indonesia. Harapan para petani. Harapan para nelayan. Harapan kaum buruh, Harapan rakyat di kawasan perbatasan dan pulau- pulau terluar. Harapan dari segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Dengan keinsyafan itulah, dari Nol Kilometer Indonesia ini Presiden Joko Widodo menyerukan: Ayo Kerja! Ayo Kerja! Ayo Kerja! Presiden Joko Widodo mengajak kerja bersama-sama untuk membuat harapan rakyat itu bisa terwujud. Gerakan “Ayo Kerja” ini merupakan satu langkah besar mewujudkan impian Indonesia Merdeka dalam arti sesungguhnya.

Ayo kerja bukanlah slogan semata melainkan sebuah pergerakan. Pergerakan apa? Pergerakan seperti halnya yang pernah dibayangkan oleh Bung Karno, Bapak Bangsa dan Proklamator Kemerdekaan bahwa “...pergerakan kita janganlah pergerakan yang kecil-kecilan; pergerakan kita itu haruslah pada hakekatnya suatu pergerakan yang ingin mengubah sama sekali sifatnya masyarakat, suatu pergerakan yang ingin menjebol kesakitan-kesakitan masyarakat sampai kesulur-sulurnya dan akar-akarnya.” Presiden Joko Widodo memiliki keyakinan yang sama bahwa pergerakan yang kita ingin bangun adalah pergerakan menjebol mentalitas bangsa yang berada dalam keterjajahan, ketertindasan, ketidakadilan, ketidak merdekaan serta membangun mentalitas baru sebagai bangsa yang merdeka 100 persen. Itulah makna yang paling mendasar dari revolusi mental.

Ayo Kerja! Sesungguhnya adalah perwujudan praktis dari gerakan revolusi mental yang juga dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo sejak awal pemerintahannya. Revolusi mental itu bukan hanya untuk rakyat namun harus menjangkau dan mengikat para penyelenggara negara. Para penyelenggara negara memiliki tanggung jawab moral maupun konstitusional untuk bekerja jujur, tanpa pamrih, melayani rakyat secara paripurna.

Gerakan Nasional “Ayo Kerja” tidak ingin berhenti pada slogan ataupun perayaan semata, tapi gerakan ‘Ayo Kerja’ ingin menjadi gerakan nyata yang diharapkan mampu membangkitkan semangat rakyat dalam mewujudkan impian Indonesia Merdeka. Gerakan “Ayo Kerja” juga berupaya mendorong partisipasi seluruh rakyat Indonesia untuk terlibat, turun tangan secara bersama-sama mewujudkan impiannya.

Dalam pencanangan Gerakan Nasional “Ayo Kerja” ini, Presiden Joko Widodo menyaksikan pembacaan impian Indonesia 70 Tahun ke depan dari salah seorang perwakilan anak bangsa di ujung paling barat Indonesia. Penulisan impian anak bangsa itu akan disimpan secara rapi dalam “Kapsul Waktu”. Membayangkan Indonesia 70 Tahun ke depan di harapkan bergulir di seluruh pelosok Indonesia: mulai dari desa-desa di pedalaman, kampung-kampung pesisir sampai dengan di kota-kota. Impian seluruh rakyat Indonesia dari 34 Provinsi akan disimpan dalam “Kapsul Waktu” yang rencananya perjalanannya berakhir di Provinsi Papua, tepatnya di ujung timur Indonesia, Merauke. Di Merauke inilah Presiden Joko Widodo akan menuliskan impiannya tentang 70 Tahun Indonesia ke depan dan menyimpannya dalam “Kapsul Waktu”. Membayangkan Indonesia masa depan melalui “Kapsul Waktu”, adalah menuliskan harapan tentang kemajuan dan kejayaan Indonesia Raya. Tugas kita bersama untuk bergerak mewujudkannya. Ayo Kerja!

1. 
Logo: [download]
2. 
Rilis Gerakan Nasional 70 tahun Indonesia Merdeka [download]
3. 
Surat Edaran Tema dan Logo Peringatan HUT ke-70 Kemerdekaan RI Tahun 2015 [download]
UPTD Ngambon :
Memasuki tahun pelajaran baru 2015/2016 teman-teman guru perlu mempersiapkan perangkat pembelajaran antara lain program pembelajaran berupa program semester (promes), kami menyodorkan alternatif promes bagi sekolah yang masih menggunakan Kurikulum KTSP. File Promes ini dibuat dalam bentuk excel agar mudah dalam pengeditan penyusunannya.

File Promes ini meliputi beberapa mata pelajaran pokok mulai kelas 1 sampai dengan kelas 6 pada semester 1.

Pada file ini masih terisi program tanggal, bulan dan tahun-tahun sebelumnya, mohon untuk diedit disesuaikan dengan jadwal pelajaran dan sesuaikan dengan kalender pendidikan tahun pelajaran 2015/2016.

UPTD Ngambon :

Yth. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Provinsi
Seluruh Indonesia

Dalam rangka implementasi Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti di sekolah, berikut kami sampaikan Sambutan Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada hari pertama sekolah tahun ajaran 2015/2016.

Sambutan ini agar dibacakan oleh kepala sekolah pada semua jenjang pendidikan pada saat upacara bendera hari Senin 27 Juli 2015 atau pada saat hari pertama masuk sekolah.

Demikian mohon dapat dikoordinasikan pelaksanaanya di daerah masing-masing. Atasperhatian dan kerjasama yang baik kami ucapkan terima kasih.

download naskah sambutan disini

sumber : http://dapo.dikdas.kemdikbud.go.id/
UPTD Ngambon :
Keinginan Pemerintah kabupaten Bojonegoro untuk memiliki rumah singgah di Surabaya untuk menampung pasien dan keluarga pasien yang tengah menjalani pengobatan di Surabaya akhirnya terkabul. Sudah hampir sebulan ini Rumah Singgah yang beralamat di Gubeng Kerta Jaya 7 F No 3 Surabaya ini beroperasi. Hal ini seperti yang ditegaskan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial Pemkab Bojonegoro, Adie Witjaksono ketika ditemui Berita bojonegorokab.go.id, Kamis (9/7/2015).

Ide awal membuat rumah singgah ini, menurut Adie Witjaksono, adalah Bupati Bojonegoro Kang Yoto. Harapan terbesar adalah bisa meringankan beban hidup yang harus ditanggung oleh pasien dan keluarga pasien yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit Surabaya. Tidk dipungkiri memang banyak warga kita yang harus mendapatkan perawatan lanjutan dirumah sakit terbesar di timur pulau jawa ini. Melihat hal ini maka Bupati membuat inisiatif bagaimana membantu mereka menekan biaya hidup di Surabaya dan bisa lebih focus menjalani pengobatan, sehingga pemulihan akan lebih cepat.

Disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial Kabupaten Bojonegoro ini bahwa rumah singgah ini tidak hanya menyediakan tempat tinggal saja namun juga memberikan fasilitas lain yakni makan tiga kali sehari untuk pasien dan dua orang penunggu pasien yang menunggu sanak saudara mereka yang tengah sakit. Selain itu kedepan akan ditingkatkan dengan menyediakan petugas medis yang akan juga melakukan pemantauan disana. Rumah singgah ini, lanjutnya, memiliki 7 kamar .

Karena keterbatasa jumlah kamar maka setiap pasien djatah hanya satu minggu menempati rumah singgah ini, namun apabila kosong dan tidak ada warga Bojonegoro yang hendak memanfaatkan maka bisa diperpanjang. Yang sebelumnya harus meminta izin terlebih dahulu kepada DInas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial. Pembatasan waktu menempati ini adalah untuk memeratakan, karena banyak juga warga Bojonegoro yang tengah menjalani perawatan di Surabaya. Sehingga mereka mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengakses rumah singgah ini.

Lalu apa kira-kira persyaratan untuk bisa menempati rumah singgah ini, Adie Witjaksono mengungkapkan bahwa ada persyaratan yang harus dipenuhi yakni Ber Kartu Penduduk Bojonegoro, kedua adalah Mendapatkan surat rekomendasi rujukan yang dikeluarkan oleh RSUD Sosodoro Djatikusuma Bojonegoro dan Mendapatkan pengesahan untuk melakukan perawatan lanjutan ( Jalan/Inap) dari Rumah Sakit Surabaya serta Adanya Rekomendasi/ijin dari DInas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial.

Syarat utama lainnya adalah diutamakan adalah penerima Jamkesmas dan Jamkesda atau dari keluarga kurang mampu. Lalu apakah pasien non Jamkesmas dan Jamkesda tidak bisa mendapatkan akses. Pasien non jamkesmas dan jamkesda bisa memanfaatkan rumah singgah ini, apabila rumah singgah tidak ada yang menempati dalam hal ini kosong.

Karena rumah singgah ini peruntukkannya adalah diutamakan keluarga miskin penerima Jamkesmas dan Jamkesda. Diakhir kesempatan ini, Adie menyatakan ada nomer yang bisa dihubungi yakni 081 335 756 098 dan 085 732 229 809. (Mbang/Dinkominfo)



UPTD Ngambon :
PLPG 2015 akan segera mulai, untuk mengikuti informasi PLPG silahkan buka di website http://sg.unesa.ac.id/. PLPG akan dimulai pada bulan Agustus 2015. Jadwal akan dipublikasikan setelah Hari Raya Idul Fitri.

Untuk melihat informasi peserta, tulis nomor peserta atau sebagian nama di kolom "Cari Data Peserta" sebelah kiri.

Download
1. Form Biodata untuk Validasi Sertifikat Pendidik
    http://sg.unesa.ac.id/docs/biodata_sg_unesa_2015.pdf
    atau klik ini:<"Biodata PLPG 2015 Excel"
2. Buku 1: Petunjuk Teknis Pelaksanaan SG di Rayon LPTK
    http://sg.unesa.ac.id/docs/2015_buku_1.zip
UPTD Ngambon :
Idul Fitri sebagai hari kemenangan disambut secara suka cita oleh umat Islam di seluruh dunuia. Ada beragam ekspresi ditunjukkan oleh umat Islam dalam menyambut hari raya. Bahkan, tidak sedikit umat Islam yang menyambut Idul Fitri dengan penampilan yang serba baru dan hidangan yang serba lezat. Ini memang tidak salah, namun yang perlu dipahami ini bukanlah esensi dari hari raya.

Hari kemenangan
Hari raya sebenarnya adalah hari kemenangan bagi hamba-hamba Allah yang beriman yang telah mendapatkan pengampunan dosa dan pembebasan dari api neraka. Hari di mana orang-orang yang telah memperlakukan Ramadhan sebagai bulan yang istimewa ditinggikan oleh Allah untuk mendapatkan derajat takwa. Hari dimana Iblis menangis karena godaan demi godaan yang telah dilakukannya selama setahun menjadi sia-sia.

Hari raya adalah hari di mana hamba-hamba bertakwa akan duduk bersimpuh sambil mengucapkan takbir, tahmid, dan tahlil. Mengagungkan asma Allah sebagai tanda rasa syukur kepada Zat yang telah mengampuni seluruh dosanya dengan keluasan sifat rahman dan rahim-Nya. Hari kemenangan bagi seluruh hamba Allah yang mengeluarkan zakatnya. Hari kemenangan bagi jiwa yang mengorbankan kehidupan sebelum kematian untuk menikmati kehidupan abadi setelah kematian.

Sayyidina Ali bin Abi Thalib pernah berkata: “Hari raya bukanlah bagi orang yang mempunyai pakaian baru. Namun hari raya yang sebenarnya hanyalah bagi mereka yang ketaatannya semakin bertambah. Hari raya bukanlah bagi orang yang bermegah-megah dengan pakaian dan kendaraan. Namun hari raya hanyalah bagi orang yang dosanya mendapat pengampunan dari Allah.”


Namun demikian, ternyata masih banyak dari masyarakat kita yang salah mengartikan hari raya. Setiap tahunnya merayakan hari raya yang bertambah hanyalah pakaian baru, sepatu baru, perabotan rumah tangga yang baru hingga kendaraan yang baru. Sementara moral dan akhlak tidak pernah diperbarui, bahkan terkadang lebih buruk dari sebelumnya.
UPTD Ngambon :
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan mengatakan, kegiatan menumbuhkan karakter positif itu diterjemahkan dalam bentuk Peraturan Mendikbud Nomor 21 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti yang akan segera terbit. Dalam peraturan itu, diatur bentuk-bentuk kegiatan wajib maupun pembiasaan umum yang dapat dilakukan sekolah kepada peserta didik. 

Mendikbud menjelaskan, penumbuhan budi pekerti adalah pelaksanaan serangkaian kegiatan non kurikuler di sekolah yang bertujuan menciptakan iklim sekolah yang menyenangkan bagi seluruh warga sekolah dan menumbuhkan budi pekerti anak-anak bangsa. Penumbuhan budi pekerti ini akan dilakukan dengan tahapan, mulai dari diajarkan, dibiasakan, didisiplinkan, sehingga menjadi kebiasaan, dan akhirnya menjadi kebudayaan.

 “Misalnya budaya bersih. Ini ujung dari mengajarkan kepada anak-anak untuk bersih, kemudian membiasakan anak-anak untuk bersih. Jika belum biasa bersih, anak-anak kemudian didisiplinkan, sehingga terbentuk kebiasaan bersih, dan akhirnya menjadi budaya bersih,” kata Mendikbud dalam sosialisasi penumbuhan budi pekerti di Kantor Kemendikbud Jakarta, Jumat (10/7). Sosialisasi ini dihadiri seluruh pejabat eselon I dan II lingkup Kemendikbud, Kepala LPMP, Kepala PPPPTK, dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi seluruh Indonesia.

Jenis kegiatan penumbuhan budi pekerti itu didasarkan pada tujuh nilai-nilai dasar kemanusiaan. Ketujuh nilai dasar itu adalah internalisasi sikap moral dan spiritual; penanaman nilai kebangsaan dan kebhinekaan; interaksi positif dengan sesama siswa; interaksi positif dengan guru dan orang tua; penumbuhan potensi unik dan utuh setiap anak; pemeliharaan lingkungan sekolah; dan pelibatan orang tua dan masyarakat.

Penumbuhan budi pekerti memang membutuhkan proses. Oleh karena itu, kegiatan-kegiatan penumbuhan budi pekerti ini akan mulai dilakukan di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia mulai tahun pelajaran baru 2015/2016. Melalui peraturan tersebut, sekolah dapat menerapkan kegiatan-kegiatan penumbuhan budi pekerti ini yang dilakukan secara regular dan menjadi bagian dari praktek keseharian.

Contoh Penanaman nilai kebangsaan dan kebhinnekaan :
Kegiatan wajib
§  Melaksanakan upacara bendera setiap hari Senin dengan mengenakan seragam atau pakaian yang sesuai dengan ketetapan sekolah.
§  Melaksanakan upacara bendera pada pembukaan MOPDB untuk jenjang SMP, SMA/SMK.
§  Sesudah berdoa setiap memulai hari pembelajaran, guru dan peserta didik menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
§  Sebelum berdoa saat mengakhiri hari pembelajaran, guru dan peserta didik menyanyikan lagu daerah, lagu wajib nasional maupun lagu terkini yang bernuansa patriotik atau cinta tanah air.

Contoh-contoh pembiasaan baik:
§  Mengenalkan beragam keunikan potensi daerah asal siswa melalui berbagai media dan kegiatan.
§  Membiasakan perayaan Hari Besar Nasional dengan mengkaji atau mengenalkan pemikiran dan semangat yang melandasinya melalui berbagai media dan kegiatan.


Paparan Mendikbud mengenai Penumbuhan Budi Pekerti dapat diunduh pada linkhttp://kemdikbud.go.id/kemdikbud/pengumuman/PBP.pdf
UPTD Ngambon :
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi menutup Portal aplikasi pendataan Padamu Negeri. Sebagaimana surat edaran nomor :16587/B/PTK/2015 tentang pengunaan data pokok pendidikan (Dapodik) dalam pendataan GTK yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK)

Padamu Negeri sendiri merupakan singkatan dari Pangkalan Data Penjaminan Mutu Pendidikan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sistem pendataan secara online yang diluncurkan 20 Mei 2013 dan dikelola oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan - Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK-PMP).

"Oleh karena itu aplikasi Padamu Negeri yang selama ini digunakan untuk penjaringan data guru dan tenaga kependidikan dinyatakan tidak dioperasionalkan lagi. Dengan demikian hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan yang mengatasnamakan pendataan Padamu Negeri tidak menjadi tanggung jawab Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan". tulis dalam surat edaran Direktur Jenderal GTK, Sumarna Surapranata.


Penggunaan satu data penjaringan melalui Dapodik ini merupakan Intruksi Menteri nomor 2 tahun 2011 tentang Kegiatan Pengelolaan Data Pendidikan dan surat edaran Mendikbud nomor 0293/MPK.A/PR/2014 yang menyatakan tidak ada lagi penjaringan data di luar sistem pendataan Dapodik.

Silahkan download surat edaran pada link download di bawah ini :

UPTD Ngambon :
Perubahan kenaikan gaji PNS tahun 2013, 2014 dan 2015 menurut :
  1. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2013
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2014
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2015
Silahkan Download tabel gaji lama - baru :
UPTD Ngambon :
Ujian sekolah tingkat nasional jenjang SMA sederajat, SMP Sederajat dan SD sederajat telah kita lalui, Sehubungan dengan telah diterbitkannya surat edaran Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 2380/H/TU/2015 Tentang: Petunjuk Teknis Penulisan Ijazah Tahun Pelajaran 2014/2015, maka kita perlu mempelajari, memahami edaran tersebut agar pada saat penulisan Ijazah nanti kita sudah punya pengetahuan tentang penulisan Ijazah.

Berikut surat edaran, silahkan download :



  • Juknis Penulisan Ijazah Tahun 2015
  • Perka Balitbang tentang Ijazah

  • Download juga Speciment Ijazah klik di bawah ini :

    Contoh ijazah SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMK, Paket A, Paket B, Paket C Tahun 2015